Kanker Paru Stadium 4

Paru-paru merupakan organ penting dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk bernafas. Paru-paru memiliki fungsi untuk membawa udara masuk dan keluar dari tubuh. Paru-paru akan membawa oksigen ke dalam tubuh, kemudian mengeluarkan sisa pernafasan berupa karbondioksida dari dalam tubuh.

Paru-paru yang merupakan sistem anggota tubuh yang memiliki peranan sebagai sistem pernafasan seringkali mengalami gangguan kesehatan dan penyakit. Paru-paru yang merupakan organ sensitif yang sangat peka dengan alergi dan paparan radikal bebas seperti polusi udara yakni asap rokok, asap kendaraan, dan asap pabrik. Sebagaimana diketahui bahwa asap rokok merupakan penyebab utam kanker paru.

Dari banyaknya kasus yang terjadi kanker paru disebabkan oleh asap rokok yang merupakan kebiasaan terburuk yang banyak dilakukan oleh pria dewasa. Indonesia merupakan negara tertinggi yang menjadi negara dengan polusi udara tertinggi. Di dalam asap rokok terkandung lebih dari 4000 zat kimia dan 50 diantaranya adalah asap yang berakibat pada zat karsinogen (zat pembentuk sel kanker) dan beracun. 90% penderita kanker paru adalah mereka yang perokok aktif atau mantan perokok.

Kanker paru banyak terjadi pada pria yang berusia 40 tahun dan mereka yang hidup dalam lingkungan asap tembakau. Mereka yang perokok pasif atau mereka yang hanya terkena paparan asap rokok juga tidak luput dari risiko kanker paru. Mereka yang perokok pasif seperti wanita juga tidak pernah luput dari risiko kanker paru. Bahkan angka kejadian kanker paru pada wanita juga mencapai angka tertinggi dan hampir sama perbandingannya dengan pria.

Mereka yang memiliki risiko kanker paru mempunyai ciri seperti :

1. Mengalami sesak nafas

2. Batuk yang terjadi tidak kunjung sembuh dalam waktu lebih dari 2 minggu meski telah melakukan pengobatan

3. Bunyi menciut atau mengi pada saat menarik nafas, namun bukan penderita asma

4. Terkadang beberapa penderita kanker paru ada yang mengalami batuk berdarah meski tanda bahwa kanker paru yang diderita semakin parah.

5. Ketika batuk dan mengeluarkan riak/dahak. Dahak/riak mengalami perubahan warna seperti kuning pekat akibat asap rokok yang lama tertanam di dalam rongga dada atau paru.

6. Perubahan suara seperti suara serak agak kasar saat berbicara atau bernafas

7. Penurunan berat badan secara drastis

8. Terlihat bengkak di bagian leher dan wajah

Ciri ciri kanker paru seperti yang disebutkan terkadang tidak disadari oleh mereka yang aktif dalam merokok. Bahkan para perokok aktif mengganggap ciri kanker paru yang disebutkan merupakan gangguan pernafasan biasa dan tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, hal yang paling mencolok dari ciri ciri kanker paru adalah batuk darah serta pengeluaran dahak atau riak yang berwarna kuning pekat dan terkadang menimbulkan bau akan terlihat ketika kanker paru memasuki stadium lanjut.

Ketika kanker paru memasuki stadium lanjut, pengobatan kanker paru tidak dapat dilakukan secara intensif. Karena pada saat stadium kanker paru memasuki stadium lanjut, penderita kanker paru merasakan gejala dengan ciri-ciri yang tidak biasa terjadi kemudian penurunan daya tahan tubuh yang semakin menurun secara dratis. Pengobatan kanker paru akan terasa sia-sia ketika kanker paru memasuki stadium lanjut yaitu stadium 4. Oleh karenanya, penting untuk meninggalkan kebiasaan buruk terutama merokok yang tidak hanya membahayakan diri si perokok namun bagi mereka yang berada di sekeliling perokok menjadi perokok pasif yang juga memiliki risiko yang sama pada kanker paru.

Posted in Kanker Paru | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Kanker Paru

Menurut Prof. Dr. Wiwien H Wiyono, SpP(K), FCCP, Ketua Pertemuan Ilmiah Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi (PIPKRA), gejala kanker paru bisa berupa nyeri punggung kalau lokasi kankernya di bagian tepi jaringan paru.

Prof. Wiwien mengatakan, kanker paru yang ditandai dengan nyeri punggung biasanya sulit terdeteksi. Selain dikira hanya hanya nyeri punggung biasanya berada di bagian tepi, atau bahkan tersembunyi di belakang jantung. Pada foto rontgen biasa, bayangan yang terbentuk akan tersamar oleh bayangan jantung dan organ lain yang menutupi sehingga kanker paru sulit terdeteksi.

Terkadang penderita kanker paru yang menderita nyeri punggung biasanya dianggap masuk angin biasa sehingga pasien hanya dikerok. Namun bila nyeri punggung tersebut tidak juga hilang meski sudah diobati, perlu ada kecurigaan adanya kanker. Selanjutnya, pasien dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut karena besar kemugnkinan itu adalah nyeri kanker.

Menurut Prof. Wiwien, tidak ada gejala pada stadium awal kanker paru lebih disebabkan hampir tidak ada saraf perasa nyeri di paru. Sehingga ketika ada tumor baik jinak maupun ganas maka tidak selalu disertai rasa nyeri di bagian itu kecuali jika ukurannya sudah mulai membesar.

Gejala-gejala yang menyertai kanker paru umumnya baru muncul ketika ukurannya sudah mulai membesar, misalnya diatas 3 cm. Jika lokasi kanker terletak di bagian sentral atau pusat saluran napas, gejala yang muncul adalah batuk sedangkan jika di bagian tepi maka gejalanya nyeri dada atau punggung.

Ketika sudah muncul gejala, kanker paru sebenarnya sudah mulai parah. Kanker paru bisa sembuh kalau masih bisa diangkat, sedangkan jika sudah terlalu parah maka akan diarahkan ke terapi paliatif mengingat peluang kesembuhan kanker paru paling rendah dibanding jenis kanker lainnya.

Dr. Ahmad Hudoyo, Sp.P (K) mengatakan bahwa radon merupakan penyebab kedua kanker paru setelah racun dalam rokok. Radon atau bahan radioaktif dari perut celah tegel atau retakan fondasi rumah, katanya di sela Pertemuan Ilmiah Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi (PIPKRA) 2012.

Radon adalah penyebab kanker paru kedua setelah racun dalam rokok, selain itu bahan kimia, asbes, polusi udara, penyakit paru yang mendahului seperti penyakit tuberkulosis (TBC) juga bisa menjadi penyebab kanker. Radon adalah unsur kimia dengan nomor atom 86 yang dalam Ilmu kimia diberi lambang Rn. Pada temperatur ruang radon selalu berada dalam bentuk gas dan terlarut dalam udara dengan kerapatan 10 gram atau liter.
Keberadaan Radon di udara tidka dapat dikenali oleh sistem panca indera manusia. Satu hal yang perlu diketahui dan mendapatkan perhatian serius adalah bahwa radon merupakan gas radioaktif yang dapat berperan sebagai sumber radiasi bagi manusia, sifat gas radon salah atunya adalah menjadi penyebab munculnya kanker paru.

Gas radon di dalam rumah terutama berasal dari lantai, dinding, langit dan bahan-bahan lain di dalam rumah yang berasal dari perut bumi. Kadar gas radon di dalam ruangan tertutup yang memiliki sedikit ventilasi udara sperti rumah, apartemen dan terowongan bawah tanah dinilai beberapa kali lebih tinggi dibandingkan di dalam udara bebas.

Posted in Kanker Paru | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Mengobati Kanker Paru

Jika seseorang, terutama perokok, mengalami batuk yang menetap dan semakin memburuk atau mengalami gejala paru-paru lainnya , maka terdapat  kemungkianan terjadinya kanker paru-paru. Terkadang ditemukan bayangan pada rontgen dada dari sipenderita yang tidak menunjukkan gejala. Rontgen dada bisa menemukan sebagian tumor paru-paru, meskipun tidak semua bayangan yang terlihat merupakan kanker. Setelah ditemukan bayangan pada rontgen dada, maka dilakukan pemeriksaan mikroskopik dari contoh jaringan. Yakni dari dahak penderita (sitolagi dahak).

CT scan bisa menunjukkan bayangan kecil yang tidak tampak pada foto rontgen dada dan bisa menujukkan adanya pembesaran kelenjar getah bening. Untuk mengetahui adanya penyebaran ke hati, kelenjar adrenal atau otak, dilakukan CT scan dilakukan perut dan otak. Sedangkan untuk penyebaran ke tulang bisa dilihat melalui scanning tulang. lebih lanjut untuk memetakan kanker tersebut, dilakukan biopsi sumsum tulang. Ini dilakukan karena karsinoma sel kecil cenderung menyebar ke sumsum tulang.

Penggolongan (stadium) kanker dilakukan berdasarkan :  
• Ukuran Tumor
• Penyebaran ke kelenjar getah bening dan tumor
• Penyebaran ke organ lain

Stadium ini digunakan untuk menentukan jenis pengobatan yang akan dilakukan dan keseriusan penyakit pada penderita.

PENGOBATAN

Tumor bronkial jinak biasanya diangkat melalui pembedahan, karena bisa menyumbat bronki dan lama-lama bisa menjadi ganas. Sekitar 10-35% kanker bisa diangkat melalui pembedahan, tetapi pembedahan tidak selalu membawa kesembuhan.

Sekitar 25-40% penderita tumor yang terisolasi dan tumbuh secara perlahan, memiliki harapan hidup sampai 5 tahun setelah penyakitnya terdiagnosis. Penderita ini harus melakukan pemeriksaan rutin, karena kanker paru-paru kambuh kembali ada 6-12% penderita yang telah mengalami pembedahan. Sebelum pembedahan melakukan tes fungsi paru-paru untuk menentukan apakah paru-paru yang tersisa masih bisa menjalankan fungsinya dengan baik atau tidak. Jika hasilnya jelek, maka tidak mungkin dilakukan pembedahan.

Pembedahan tidak perlu dilakukan jika:

• Kanker telah menyebar ke paru-paru
• Kanker terlalu dekat dengan trakea
• Penderita memiliki keadaaan yang serius (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru yang berat)

Terapi penyinaran dilakukan pada penderita yang tidak menjalani pembedahan, karena mereka memiliki penyakit lain yang serius. Tujuan dari penyinaran itu sendiri adalah untuk memperlambat pertumbuhan kanker, bahkan untuk penyembuhan. Terapi penyinaran juga bisa mengurangi nyeri otot, sindroma vena kava superior dan penekanan saraf tulang belakang. Tetapi terapi penyinaran bisa menyebabkan peradang paru-paru (Pneumonitis), dengan gejala berupa batuk, sesak nafas dan demam. Gejala ini bisa dikurangi dengan corticosteroid (misalnya prednisone).

Pada saat terdiagnosis, karsimona sel kecil hampir selalu sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya, sehingga tidak mungkin dilakukan pembedahan. Kanker ini diobati dengan kemoterapi, dan kadang disertai terapi  penyinaran.

Penderita kanker paru-paru banyak mengalami penurunan fungsi paru-paru. Untuk mengurangi gangguan pernafasan bisa diberikan terapi oksigen dan obat yang melebarkan saluran udara (bronkodilator).

Posted in Kanker Paru | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala dan Sindroma Kanker Paru

Gejala kanker paru-paru tergantung kepada jenis, lokasi dan cara penyebarannya. Biasanya gejala utama adalah batuk yang menetap. Gejala lain yang mempersulit diagnosis dini adalah berupa kebingungan, kejang dan nyeri tulang, yang bisa timbul sebelum terjadinya berbagai kelainan paru-paru.

Penderita bronhkitis kronis yang menderita kanker paru-paru seringkali menyadari bahwa batuknya semakin memburuk, dahak bisa mengandung darah. Jika kanker tumbuh kedalam pembuluh darah dibawahnya, bisa menyebabkan perdarahan hebat.

Kanker bisa menyebabkan bunyi mengi karena terjadi penyempitan saluran udara didalam atau disekitar tempat tumbuhnya kanker. Penyumbatan bronkus bisa menyebabkan kolaps pada bagian paru-paru yang merupakan percabangan dari bronkus tersebut, keadaan ini disebut atelektasis. Akibat lainnya adalah pneumonia dengan gejala berupa batuk demam, nyeri dada, dan sesak nafas. Jika tumor tumbuh daalm dinding dada, bisa menyebabkan nyeri dada yang menetap.

Gejala yang timbul kemudian adalah hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan dan kelemahan. Kanker bisa tumbuh dalam saraf tertentu di leher, menyebabkan terjadinya sindroma horner, yang terdiri dari:

• Penutupan kelopak mata
• Pupil yang kecil
• Mata cekung
• Berkurangnya keringat di salah satu sisi wajah

Kanker di puncak paru-paru bisa tumbuh dalam saraf yang menuju ke lengan, sehingga lengan terasa nyeri, mati rasa dan lemah. Kerusakan ini juga bisa terjadi pada saraf pita suara sehingga penderita menjadi serak. Kanker bisa tumbuh secara langsung dalam kerongkongan, atau tumbuh dekat kerongkongan dan menekannya, sehingga terjadi gangguan saat menelan. Kadang terbentuk saluran abnormal (fistula) di antara kerongkongan dan bronki yang menyebabkan batuk hebat selama proses menelan berlangsung. Hal tersebut terjadi karena makanan dan cairan masuk ke dalam paru-paru.

Beberapa kanker paru-paru menimbulkan efek di tempat jauh dari paru-paru, seperti kelainan metabolik, kelainan saraf dan kelainan otot (sindroma paraneoplastik). Sindroma ini tidak berhubungan dengan ukuran maupun lokasi dari kanker dan tidak selalu menunjukkan bahwa kanker telah menyebar ke dada. Sindroma ini disebabkan oleh bahan yang dikeluarkan oleh kanker. Gejalanya bisa merupakan petanda awal dari kanker atau merupakan petunjuk awal dari kanker atau merupakan petunjuk awal bahwa kanker telah kembali, setelah dilakukannya pengobatan.

Salah satu contoh dari sindroma paraneoplastik adalah sindroma eatonlambert, yang ditandai dengan kelemahan otot yang luar biasa. Contoh lainnya adalah kelemahan otot rasa sakit karena peradangan (polimiositis), yang bisa disertai dengan paradangan kulit (dermatomiositis).

Beberapa kanker paru-paru melepaskan hormon atau bahan yang menyerupai hormon, sehingga terjadi kadar hormon yang tinggi. Karsinoma sel kecil menghasilkan kortikoptropin (menyebabkan sindroma cushing) atau hormon antideuretik (menyebabkan penimbunan cairan an kadar natrium yang rendah di dalam darah). Pembentukan hormon yang berlebihan juga bisa menyebabkan sindroma karsinoid, yaitu berupa kemerahan, bunyi nafas mengi, diare dan kelainan di katup jantung. Karsinoma sel skuamosa melepaskan bahan menyerupai hormon yang meyebabkan kadar kalsium darah sagat tinggi.

Sindroma hormonal lainnya yang berhubungan dengan kanker paru-paru adalah:

• Pembesaran payudara pada pria (ginekomastia)
• Kelebihan hormon tiroid (hipertiroidisme)
• Perubahan kulit (kulit di ketiak menjadi lebih gelap)

Kanker paru-paru juga bisa menyebabkan perubahan bentuk jari tangan dan jari kaki, serta perubahan pada ujung tulang-tulang panjang, yang bisa terlihat pada rontgen.

Posted in Kanker Paru | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Paru

Sebagian besar kanker paru-paru berasal dari sel-sel dalam paru-paru. Meski demikian, kanker paru-paru bisa juga berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru-paru . Kanker paru-paru merupakan kanker yang paling sering dialami, baik pada pria maupun wanita. Kanker paru-paru juga merupakan penyebab utama dari kematian akibat kanker.

Jenis kanker paru-paru

Lebih dari 90%  kanker paru-paru berawal dari bronki. Bronki adalah saluran udara besar yang masuk ke paru-paru. Kanker ini disebut karsinoma bronkogenik, yang terdiri dari:
• Karsinoma sel skuamosa
• Karsinoma sel kecil atau karsinoma sel gandum
• Karsinoma sel besar
• Adenorkasinoma

Karsinoma sel alveolar berasal dari kantong udara (alveoli) paru-paru. Kanker ini sering menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru . Berikut adalah tumor paru-paru yang jarang terjadi adalah:
• Adenoma (bisa ganas atau jinak)
• Hamartoma Kondromatus (jinak)
• Sarkoma (ganas)


Limfoma merupakan kanker sistem getah bening, yang bisa berasal dari paru-paru atau penyebaran dari orang lain. Banyak kanker yang berasal dari tempat lain menyebar ke paru-paru. Biasanya kanker ini berasal dari payudara, usu besar, prostat, ginjal, tiroid, lambung, leher rahim, rektum, buah zakar, tulang dan kulit.

Penyebab Kanker Paru-Paru

Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita. Semakin banyak rokok dihisap, semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-paru.

Hanya sebagian kecil kanker paru-paru (sekiatar 10-15% pada pria dan 5% pada wanita) yang disebabkan oleh zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja. Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometileter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru. Meskipun biasanya, hanya terjadi pada pekerja yang merokok. Peranan polusi udara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum pasti. Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di hrumah tangga.

Kadang kanker paru (Terutama adenokarsimo dan karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan perut karena penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis dan fibrosis.

PENYEBARAN DALAM TUBUH

Kanker juga bisa tumbuh ke dalam jantung  dan menyebabkan:
• Irama jantung abnormal
• Pembesaran jantung
• Penimbunan cairan di kantong perikardial.

Kanker juga bisa tumbuh di sekitar vena kava superior. Penyumbatan vena ini menyebabkan darah mengalir kembali ke atas, yaitu ke dalam vena lainnya dari bagian tubuh sebelah atas:
• Vena di dinding dada akan membesar
• Wajah, leher dan dinding dada sebelah atas, termasuk payudara, akan membengkak dan tampak warna keunguan.

Keadaan ini juga menyebabkan ssak nafas, sakit kepala, gangguan penglihatan, pusing dan perasaan mengantuk. Gejala tersebut biasanya akan memburuk jika penderita membungkuk ke depan atau berbaring. Kanker paru-paru juga bisa menyebar melalui aliran darah menuju ke hati, otak, kelenjar adrenal dan tulang. Hal ini bisa terjadi pada stadium awal, terutama pada karsinoma sel kecil.

Kanker paru seringkali menyebabkan penimbunan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura), sehingga penderita mengalami sesak nafas. Jika kanker menyebar di dalam paru-paru, bisa terjadi sesak nafas yang hebat, kadar oksigen darah yang rendah dan gagal ginjal.

Posted in Kanker Paru | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment