Kanker Paru

Menurut Prof. Dr. Wiwien H Wiyono, SpP(K), FCCP, Ketua Pertemuan Ilmiah Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi (PIPKRA), gejala kanker paru bisa berupa nyeri punggung kalau lokasi kankernya di bagian tepi jaringan paru.

Prof. Wiwien mengatakan, kanker paru yang ditandai dengan nyeri punggung biasanya sulit terdeteksi. Selain dikira hanya hanya nyeri punggung biasanya berada di bagian tepi, atau bahkan tersembunyi di belakang jantung. Pada foto rontgen biasa, bayangan yang terbentuk akan tersamar oleh bayangan jantung dan organ lain yang menutupi sehingga kanker paru sulit terdeteksi.

Terkadang penderita kanker paru yang menderita nyeri punggung biasanya dianggap masuk angin biasa sehingga pasien hanya dikerok. Namun bila nyeri punggung tersebut tidak juga hilang meski sudah diobati, perlu ada kecurigaan adanya kanker. Selanjutnya, pasien dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut karena besar kemugnkinan itu adalah nyeri kanker.

Menurut Prof. Wiwien, tidak ada gejala pada stadium awal kanker paru lebih disebabkan hampir tidak ada saraf perasa nyeri di paru. Sehingga ketika ada tumor baik jinak maupun ganas maka tidak selalu disertai rasa nyeri di bagian itu kecuali jika ukurannya sudah mulai membesar.

Gejala-gejala yang menyertai kanker paru umumnya baru muncul ketika ukurannya sudah mulai membesar, misalnya diatas 3 cm. Jika lokasi kanker terletak di bagian sentral atau pusat saluran napas, gejala yang muncul adalah batuk sedangkan jika di bagian tepi maka gejalanya nyeri dada atau punggung.

Ketika sudah muncul gejala, kanker paru sebenarnya sudah mulai parah. Kanker paru bisa sembuh kalau masih bisa diangkat, sedangkan jika sudah terlalu parah maka akan diarahkan ke terapi paliatif mengingat peluang kesembuhan kanker paru paling rendah dibanding jenis kanker lainnya.

Dr. Ahmad Hudoyo, Sp.P (K) mengatakan bahwa radon merupakan penyebab kedua kanker paru setelah racun dalam rokok. Radon atau bahan radioaktif dari perut celah tegel atau retakan fondasi rumah, katanya di sela Pertemuan Ilmiah Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi (PIPKRA) 2012.

Radon adalah penyebab kanker paru kedua setelah racun dalam rokok, selain itu bahan kimia, asbes, polusi udara, penyakit paru yang mendahului seperti penyakit tuberkulosis (TBC) juga bisa menjadi penyebab kanker. Radon adalah unsur kimia dengan nomor atom 86 yang dalam Ilmu kimia diberi lambang Rn. Pada temperatur ruang radon selalu berada dalam bentuk gas dan terlarut dalam udara dengan kerapatan 10 gram atau liter.
Keberadaan Radon di udara tidka dapat dikenali oleh sistem panca indera manusia. Satu hal yang perlu diketahui dan mendapatkan perhatian serius adalah bahwa radon merupakan gas radioaktif yang dapat berperan sebagai sumber radiasi bagi manusia, sifat gas radon salah atunya adalah menjadi penyebab munculnya kanker paru.

Gas radon di dalam rumah terutama berasal dari lantai, dinding, langit dan bahan-bahan lain di dalam rumah yang berasal dari perut bumi. Kadar gas radon di dalam ruangan tertutup yang memiliki sedikit ventilasi udara sperti rumah, apartemen dan terowongan bawah tanah dinilai beberapa kali lebih tinggi dibandingkan di dalam udara bebas.


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kanker Paru and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.